Bengkulu – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jiwa yang berkesinambungan di tingkat pelayanan primer, UPTD Khusus RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu melalui Kelompok Kerja Komunikasi dan Edukasi (Pokja KE) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Program Rujuk Balik Pendampingan Edukasi Berkelanjutan di Puskesmas Lingkar Barat dan Pendampingan Edukasi Berkelanjutan Kasus Gangguan Jiwa di Puskesmas Lingkar Timur.

Gambar 1. Pokja KE bersama Instalasi Keswamas saat berkunjung ke Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu
Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan jejaring pelayanan kesehatan jiwa yang dilaksanakan oleh Pokja KE RSKJ Soeprapto sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelayanan kesehatan yang terintegrasi antara rumah sakit dan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan penanganan pasien gangguan jiwa dapat dilakukan secara optimal mulai dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit.
Tim Pokja KE yang terdiri dari tenaga kesehatan profesional memberikan sosialisasi mengenai pelaksanaan Program Rujuk Balik, tata cara pelayanan pasien gangguan jiwa yang telah stabil, serta pentingnya edukasi berkelanjutan bagi pasien dan keluarga. Selain itu, peserta juga mendapatkan informasi mengenai mekanisme koordinasi dan komunikasi antara puskesmas dengan RSKJ Soeprapto dalam proses pemantauan pasien.
Pada kegiatan yang berlangsung di Puskesmas Lingkar Barat, Pokja KE menjelaskan bahwa Program Rujuk Balik bertujuan untuk memberikan kemudahan akses pelayanan bagi pasien yang kondisi kesehatannya telah stabil sehingga dapat melanjutkan pengobatan dan kontrol secara rutin di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Program ini juga menjadi salah satu upaya meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Dalam sesi diskusi, tenaga kesehatan puskesmas diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemantauan kepatuhan minum obat, deteksi dini tanda-tanda kekambuhan, serta peran keluarga sebagai pendukung utama dalam proses pemulihan pasien gangguan jiwa. Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait penanganan kasus di lapangan.

Gambar 2. Audiensi dari pihak Puskemas Lingkar Barat atas kedatangan pihak RSKJ Soeprapto Bengkulu
Sementara itu, di Puskesmas Lingkar Timur, Pokja KE melaksanakan pendampingan edukasi berkelanjutan terkait penanganan kasus gangguan jiwa. Materi yang diberikan meliputi deteksi dini gangguan jiwa, tata laksana kasus di tingkat pelayanan primer, strategi pencegahan kekambuhan, serta pendekatan psikososial yang dapat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari.
Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga kesehatan dalam menangani pasien gangguan jiwa secara tepat, profesional, dan sesuai standar pelayanan kesehatan. Selain menjadi sarana peningkatan pengetahuan, kegiatan ini juga memperkuat koordinasi antara RSKJ Soeprapto dan puskesmas dalam memberikan pelayanan yang berkesinambungan kepada masyarakat.
Direktur UPTD Khusus RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu menyampaikan apresiasi kepada Pokja KE yang secara aktif melaksanakan pembinaan dan pendampingan ke fasilitas kesehatan jejaring. Menurutnya, penguatan pelayanan kesehatan jiwa tidak dapat dilakukan sendiri oleh rumah sakit, tetapi memerlukan kolaborasi yang baik dengan puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan yang dilaksanakan oleh Pokja KE ini, diharapkan tenaga kesehatan di Puskesmas Lingkar Barat dan Puskesmas Lingkar Timur semakin siap dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa yang berkualitas. Dengan sinergi yang kuat antara rumah sakit dan puskesmas, pelayanan kesehatan jiwa di Provinsi Bengkulu diharapkan semakin optimal, mudah diakses, serta mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Tim Redaksi Website RSKJ Provinsi Bengkulu