Bengkulu, 9 Juni 2026 – Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan jiwa serta memastikan pemenuhan standar nasional akreditasi rumah sakit, Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Provinsi Bengkulu melaksanakan kegiatan Pendampingan Pra Re-Akreditasi bersama Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Kegiatan ini merupakan bagian penting dari persiapan rumah sakit dalam menghadapi proses re-akreditasi yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun 2026.

Gambar 1. Pra Reakreditasi Kelompok Pelayanan

Pendampingan pra re-akreditasi dilaksanakan dalam dua tahap sesuai kelompok kerja yang menjadi fokus penilaian. Untuk kelompok pelayanan, kegiatan pendampingan berlangsung pada 9 Juni 2026 – 12 Juni 2026, sedangkan untuk kelompok manajemen, pendampingan dilaksanakan pada 17 Juni – 20 Juni 2026. Pembagian jadwal tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada masing-masing kelompok kerja dalam melakukan pembahasan yang lebih mendalam terhadap standar akreditasi yang menjadi tanggung jawabnya.

Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk menilai tingkat kesiapan rumah sakit dalam memenuhi standar akreditasi terbaru yang ditetapkan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Melalui proses pendampingan, tim surveior dan pendamping KARS memberikan arahan, pembinaan, evaluasi, serta rekomendasi perbaikan terhadap berbagai aspek pelayanan dan tata kelola rumah sakit yang akan menjadi objek penilaian dalam survei re-akreditasi mendatang.

Direktur RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu menyampaikan bahwa pelaksanaan pendampingan pra re-akreditasi merupakan langkah strategis dalam memastikan seluruh unit kerja memahami dan menerapkan standar mutu pelayanan secara optimal. Menurutnya, akreditasi bukan hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi merupakan instrumen penting untuk mendorong budaya mutu dan keselamatan pasien yang berkelanjutan di lingkungan rumah sakit.

Pada sesi pendampingan kelompok pelayanan yang berlangsung tanggal 9–12 Juni 2026, pembahasan difokuskan pada standar yang berkaitan langsung dengan pelayanan pasien. Tim KARS melakukan telaah terhadap implementasi pelayanan klinis, asesmen pasien, kesinambungan pelayanan, hak pasien dan keluarga, pelayanan farmasi, serta berbagai aspek pelayanan lainnya yang berorientasi pada keselamatan dan kepuasan pasien. Selain evaluasi dokumen, dilakukan pula simulasi telusur lapangan untuk memastikan kesesuaian antara regulasi yang telah disusun dengan pelaksanaan di unit pelayanan.

Sementara itu, pendampingan kelompok manajemen yang dilaksanakan pada 17–20 Juni 2026 lebih menitikberatkan pada aspek tata kelola organisasi rumah sakit. Materi yang dibahas meliputi kepemimpinan dan manajemen rumah sakit, manajemen fasilitas dan keselamatan, manajemen sumber daya manusia, peningkatan mutu dan keselamatan pasien, manajemen informasi, program nasional, serta pengelolaan risiko organisasi. Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi terhadap sistem manajemen yang mendukung penyelenggaraan pelayanan kesehatan secara efektif dan efisien.

Gambar 2. Pra Reakreditasi Kelompok Manajemen

Selama kegiatan berlangsung, seluruh kelompok kerja (pokja) akreditasi turut berpartisipasi aktif dalam mempresentasikan capaian program, hasil implementasi standar, serta berbagai upaya perbaikan yang telah dilakukan. Setiap pokja memperoleh masukan langsung dari tim pendamping KARS terkait area yang masih memerlukan penguatan maupun penyempurnaan. Melalui diskusi yang konstruktif, berbagai strategi tindak lanjut disusun sebagai langkah perbaikan sebelum pelaksanaan survei akreditasi resmi.

Sebagai rumah sakit rujukan kesehatan jiwa di Provinsi Bengkulu, RSKJ Soeprapto memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kesehatan mental yang bermutu kepada masyarakat. Oleh karena itu, kesiapan menghadapi re-akreditasi menjadi salah satu prioritas utama rumah sakit untuk memastikan bahwa seluruh pelayanan yang diberikan telah sesuai dengan standar nasional dan kebutuhan masyarakat.

Tim pendamping KARS memberikan apresiasi atas komitmen manajemen serta seluruh pegawai RSKJ Soeprapto yang menunjukkan antusiasme tinggi selama proses pendampingan berlangsung. Berbagai inovasi pelayanan, penguatan sistem manajemen, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang telah dilakukan dinilai menjadi modal penting dalam mendukung keberhasilan re-akreditasi. Meski demikian, beberapa rekomendasi perbaikan tetap diberikan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu berkelanjutan.

Melalui kegiatan Pendampingan Pra Re-Akreditasi Tahun 2026 yang dilaksanakan secara bertahap pada bulan Juni ini, diharapkan seluruh elemen rumah sakit semakin siap dalam menghadapi survei akreditasi mendatang. Hasil pendampingan akan menjadi dasar bagi penyusunan rencana tindak lanjut dan perbaikan yang lebih terarah, sehingga setiap standar akreditasi dapat diimplementasikan secara optimal di seluruh unit kerja.

Dengan semangat kolaborasi, komitmen terhadap mutu pelayanan, serta dukungan seluruh civitas rumah sakit, RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu optimistis dapat menghadapi proses re-akreditasi tahun 2026 dengan hasil yang membanggakan. Keberhasilan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pencapaian institusi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui terselenggaranya pelayanan kesehatan jiwa yang aman, berkualitas, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Tim Redaksi Website RSKJ Provinsi Bengkulu

Tinggalkan Balasan