Kota Bengkulu – Rabu, 15 Juli 2026, UPTD Khusus RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu kembali melaksanakan kegiatan Edukasi dan Promosi Kesehatan Jiwa di SMP Sint Carolus Kota Bengkulu sebagai bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mental sejak usia dini. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui upaya promotif dan preventif dalam mendukung terciptanya generasi muda yang sehat, tangguh, serta memiliki ketahanan mental yang baik.

Gambar 1. Tim Keswamas RSKJ Soeprato Bengkulu bersama siswa-siswi SMP Sint Carolus
Kegiatan edukasi ini diikuti oleh para siswa, guru, dan tenaga pendidik SMP Sint Carolus Kota Bengkulu dengan suasana yang hangat, interaktif, dan penuh semangat. Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai kesehatan jiwa, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun pergaulan.
Pada kesempatan tersebut, para siswa mendapatkan materi mengenai “Overthinking” yang disampaikan oleh dr. Anastasia V.F. Sipayung, M.Ked(KJ), Sp.KJ. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa overthinking merupakan kondisi ketika seseorang berpikir secara berlebihan terhadap suatu permasalahan hingga menimbulkan kecemasan, rasa takut, dan tekanan emosional. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental, prestasi belajar, hubungan sosial, bahkan kualitas hidup seseorang.
Lebih lanjut, dr. Anastasia mengajak para siswa untuk memahami bahwa setiap orang pernah mengalami kekhawatiran atau tekanan dalam hidupnya. Namun, ketika pikiran negatif terus berulang tanpa solusi yang jelas, seseorang perlu belajar mengelola emosi dan mencari cara yang sehat untuk mengatasinya. Beliau juga memberikan berbagai tips sederhana yang dapat dilakukan remaja, seperti membangun pola pikir positif, menjaga pola tidur yang cukup, berolahraga secara teratur, membatasi penggunaan media sosial secara bijak, melakukan aktivitas yang disukai, serta tidak ragu untuk berbicara kepada orang tua, guru, sahabat, maupun tenaga profesional apabila menghadapi masalah yang dirasa berat.

Gambar 2. Sesi tanya jawab siswa-siswi SMP Sint Carolus dengan dr. Anastasia V.F. Sipayung, M.Ked(KJ), Sp.KJ
Selama penyampaian materi, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan yang sering dihadapi remaja, seperti tekanan akademik, pertemanan, hubungan dengan keluarga, hingga kecemasan terhadap masa depan. Interaksi yang terbuka tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan jiwa menjadi kebutuhan penting bagi kalangan remaja, terutama di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat.
Salah satu momen yang paling menyentuh dalam kegiatan ini terjadi ketika seorang siswa tidak mampu menahan air mata saat menyampaikan pengalaman pribadi yang sedang dihadapinya pada sesi tanya jawab. Dengan penuh empati, narasumber memberikan dukungan serta motivasi agar siswa tersebut tetap memiliki harapan dan keberanian untuk mencari bantuan dari orang-orang yang dipercaya. Seluruh peserta yang hadir juga memberikan perhatian dan dukungan sehingga suasana menjadi penuh kepedulian.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa di balik senyum seorang anak, terkadang tersimpan berbagai persoalan yang tidak terlihat oleh orang lain. Oleh karena itu, penting bagi lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk menciptakan ruang yang aman, nyaman, dan bebas dari stigma agar setiap anak merasa didengar, dihargai, serta memperoleh pendampingan yang tepat ketika mengalami permasalahan psikologis.

Gambar 3. Antusias yang dirasakan siswa-siswi SMP Sint Carolus
Melalui kegiatan edukasi ini, UPTD Khusus RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan literasi kesehatan mental. Pemahaman yang baik mengenai kesehatan jiwa diharapkan dapat mengurangi stigma terhadap individu yang mengalami gangguan psikologis sekaligus mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi emosional orang-orang di sekitarnya. Kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh sehingga harus dijaga sejak usia anak hingga dewasa.
Kegiatan Edukasi dan Promosi Kesehatan Jiwa ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen UPTD Khusus RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu dalam memberikan pelayanan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada upaya pencegahan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan. Rumah sakit akan terus memperluas jangkauan program promosi kesehatan ke berbagai sekolah, instansi, dan komunitas sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan sumber daya manusia yang sehat secara fisik maupun mental.
Di akhir kegiatan, pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada tim UPTD Khusus RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu atas ilmu, motivasi, serta perhatian yang telah diberikan kepada para siswa. Diharapkan kerja sama yang baik ini dapat terus berlanjut melalui berbagai program edukasi lainnya sehingga semakin banyak generasi muda yang memiliki keberanian untuk berbicara mengenai kesehatan jiwa, saling peduli, mampu menghadapi tantangan kehidupan dengan lebih baik, serta tidak ragu mencari pertolongan ketika membutuhkannya.