BENGKULU – Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Provinsi Bengkulu mencatat berbagai capaian kinerja signifikan dalam satu tahun pelaksanaan Program Bantu Rakyat di bawah kepemimpinan Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE. Program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif, humanis, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

dr. Herry Permana, M.K.M
Direktur RSKJ Provinsi Bengkulu
Sepanjang tahun berjalan, RSKJ Soeprapto tidak hanya berfokus pada pelayanan kuratif, tetapi juga mengedepankan pendekatan promotif dan preventif melalui berbagai kegiatan inovatif yang langsung menyentuh masyarakat. Salah satu program unggulan adalah pelayanan cek kesehatan dan konsultasi psikolog gratis yang digelar pada momentum Festival Tabot 2025. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat, yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksa kondisi kesehatan fisik dan mental secara gratis.
Selain itu, program Senabung (Sedekah Nasi Bungkus) turut menjadi bagian dari gerakan sosial RSKJ dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Melalui kegiatan ini, pegawai dan jajaran rumah sakit secara rutin berbagi makanan kepada masyarakat kurang mampu, sebagai bentuk kepedulian dan empati sosial.
Dalam upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, RSKJ juga menghadirkan Podcast Sahabat RSKJ yang disiarkan secara langsung melalui Instagram. Program ini menjadi sarana edukasi interaktif yang membahas berbagai isu kesehatan mental dan sosial secara ringan namun informatif, sehingga dapat diakses oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda.
RSKJ Soeprapto juga secara berkala melaksanakan survei kepuasan pelayanan kesehatan terhadap pengunjung dan pasien. Hasil survei ini menjadi bahan evaluasi penting dalam meningkatkan kualitas layanan, sekaligus memastikan bahwa pelayanan yang diberikan telah sesuai dengan harapan masyarakat.
Di bidang rehabilitasi, rumah sakit terus menguatkan program pembinaan pasien rehabilitasi narkoba melalui pendekatan sosial dan psikologis. Program ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi sosial pasien agar dapat kembali beradaptasi dengan lingkungan masyarakat secara mandiri.
Tak hanya itu, RSKJ juga aktif dalam aksi tanggap bencana alam, dengan mengirimkan tim medis dan bantuan logistik ke lokasi terdampak. Peran ini menunjukkan bahwa RSKJ hadir tidak hanya sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari sistem respons kemanusiaan di Provinsi Bengkulu.
Perhatian terhadap kelompok rentan juga diwujudkan melalui program pendidikan dan pengobatan bagi anak berkebutuhan khusus. Program ini dirancang untuk memberikan pendampingan yang komprehensif, baik dari sisi medis maupun sosial, guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dalam mendukung kesehatan perempuan, RSKJ menyelenggarakan sosialisasi dan pemeriksaan Pap Smear gratis. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini kanker serviks, sekaligus memberikan akses layanan kesehatan yang mudah dan terjangkau.
Untuk mendorong gaya hidup sehat, RSKJ turut menginisiasi kegiatan Senam Sehat yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat sinergi antarinstansi sekaligus meningkatkan kebugaran jasmani aparatur pemerintah.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah program Rudaba (Rumah Damping Bahagia), yang berfokus pada pembinaan kemandirian dan adaptasi pasien pascarehabilitasi. Program ini menjadi jembatan bagi pasien untuk kembali ke kehidupan sosial dengan lebih siap dan percaya diri.
Dalam upaya memperkuat koordinasi lintas sektor, RSKJ juga aktif menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan masalah sosial dan kesehatan masyarakat. Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyatukan langkah dan kebijakan dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan di daerah.
Nilai-nilai kepedulian sosial juga ditanamkan melalui program Sedekah Anak Yatim dan Sedekah Rp 2.000 yang melibatkan seluruh pegawai. Program ini tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga membangun budaya gotong royong di lingkungan kerja.
Pelayanan ambulans gratis yang disediakan RSKJ turut menjadi salah satu program yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat. Layanan ini memastikan akses transportasi medis yang cepat dan tanpa biaya.
Sebagai bagian dari pembinaan karakter dan nasionalisme, RSKJ juga melaksanakan kegiatan Retreat Merah Putih yang diikuti oleh pegawai. Kegiatan ini bertujuan memperkuat semangat kebangsaan, integritas, dan solidaritas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Direktur RSKJ Soeprapto menyampaikan bahwa seluruh capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh jajaran rumah sakit, serta dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bengkulu. “Program Bantu Rakyat bukan sekadar slogan, tetapi telah kami implementasikan dalam berbagai kegiatan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, RSKJ Soeprapto berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas jangkauan program, sejalan dengan visi Gubernur Bengkulu dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berdaya.
Dengan berbagai capaian tersebut, RSKJ Soeprapto semakin menegaskan perannya sebagai institusi pelayanan kesehatan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kesehatan daerah secara berkelanjutan.
Tim Redaksi Website RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu