Bengkulu, 24 September 2026 – UPTD Khusus RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu melaksanakan kegiatan “Survei Simulasi Akreditasi UPTD Khusus RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu” selama tiga hari, mulai tanggal 22 hingga 24 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan rumah sakit menghadapi proses akreditasi sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

Gambar 1. Kegiatan survei simulasi tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu,serta Direktur UPTD Khusus RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu,
Kegiatan survei simulasi tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Bapak Dr. H. Herwan Antoni, S.KM., M.Kes., M.Si., Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Bapak Drs. Khairil Anwar, M.Si., serta Direktur UPTD Khusus RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu, Bapak dr. Herry Permana, S.Ked., M.K.M.
Turut hadir dan berperan sebagai surveior dalam kegiatan tersebut yaitu Ibu dr. Yawestri Pudjiati Giningrum, MARS, FISQua, CHAE dan Bapak Ns. Resdi Budaya, S.Kep., M.Kep., FISQua, CHAE. Kehadiran para surveior menjadi bagian penting dalam memberikan penilaian, masukan, serta arahan terhadap kesiapan RSKJ Soeprapto dalam memenuhi berbagai standar akreditasi.
Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan survei simulasi dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai unsur dan unit kerja di lingkungan UPTD Khusus RSKJ Soeprapto. Simulasi ini menjadi kesempatan bagi jajaran manajemen, tenaga kesehatan, serta seluruh staf untuk melihat secara langsung kesiapan masing-masing unit dalam menerapkan standar pelayanan yang telah ditetapkan.
Akreditasi rumah sakit merupakan salah satu upaya untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan diberikan dengan mengedepankan mutu dan keselamatan pasien. Oleh karena itu, persiapan menuju akreditasi tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan dokumen, tetapi juga bagaimana setiap standar benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan pelayanan sehari-hari.
Dalam kegiatan survei simulasi, berbagai aspek pelayanan dan manajemen menjadi bagian yang diperhatikan. Mulai dari tata kelola rumah sakit, pelayanan pasien, keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, manajemen fasilitas dan keselamatan, pengelolaan sumber daya manusia, hingga kesiapan setiap unit dalam menjalankan prosedur sesuai ketentuan.

Gambar 2. Pelaksanaan Survei Simulasi Akreditasi RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu
Melalui proses tersebut, setiap bagian di lingkungan RSKJ Soeprapto dapat mengetahui sejauh mana kesiapan yang telah dicapai. Apabila masih terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki, survei simulasi menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan tindak lanjut sebelum pelaksanaan survei akreditasi yang sebenarnya.
Direktur UPTD Khusus RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu, dr. Herry Permana, S.Ked., M.K.M, bersama jajaran manajemen dan seluruh keluarga besar RSKJ Soeprapto terus mendorong agar seluruh pegawai dapat berperan aktif dalam mempersiapkan proses akreditasi. Kesiapan tersebut membutuhkan kerja sama seluruh unit karena mutu pelayanan rumah sakit merupakan tanggung jawab bersama.
Kehadiran Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap peningkatan mutu pelayanan di UPTD Khusus RSKJ Soeprapto. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran rumah sakit untuk terus melakukan pembenahan dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.
Selama tiga hari, para surveior memberikan berbagai masukan dan evaluasi berdasarkan hasil pengamatan terhadap pelaksanaan pelayanan serta kesiapan masing-masing unit. Masukan tersebut menjadi bahan berharga bagi RSKJ Soeprapto untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
Survei simulasi juga memberikan pengalaman kepada seluruh petugas dalam menghadapi proses survei akreditasi. Setiap unit didorong untuk memahami tugas dan tanggung jawabnya, mengetahui regulasi yang berlaku, serta mampu menunjukkan penerapan standar dalam kegiatan pelayanan sehari-hari. Dengan demikian, akreditasi tidak hanya dipandang sebagai sebuah proses penilaian, tetapi menjadi bagian dari budaya mutu yang harus terus dipertahankan.
Pelaksanaan kegiatan selama tiga hari, 22–24 September 2026, diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai tingkat kesiapan UPTD Khusus RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu sekaligus menjadi bahan evaluasi bersama. Setiap catatan dan rekomendasi yang diperoleh akan menjadi dasar untuk melakukan tindak lanjut dan penyempurnaan sebelum memasuki tahapan akreditasi selanjutnya.
Keluarga besar UPTD Khusus RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu atas dukungan yang diberikan serta kepada para surveior, dr. Yawestri Pudjiati Giningrum, MARS, FISQua, CHAE dan Ns. Resdi Budaya, S.Kep., M.Kep., FISQua, CHAE, atas arahan, evaluasi, dan masukan selama pelaksanaan survei simulasi.
Melalui semangat kebersamaan, komitmen, dan perbaikan berkelanjutan, UPTD Khusus RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat keselamatan pasien, serta menghadirkan pelayanan kesehatan jiwa yang profesional, aman, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Survei simulasi akreditasi bukan sekadar persiapan menuju penilaian, tetapi menjadi momentum untuk membangun budaya mutu dan keselamatan yang diterapkan secara konsisten dalam setiap pelayanan di UPTD Khusus RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu.
